Pulsa Warga Perbatasan RI Pun ‘Tercuri’

sabrina asrilPuluhan penjual pulsa mendatangi kantor Telkomsel di City Plaza, Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Mereka berunjuk rasa menuntut dihapuskannya sistem cluster yang mempersempit ruang lingkup penjualan pulsa.

KEFAMENANU, KOMPAS.com – Sejumlah warga empat desa, yang ada di Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur mengeluh karena pulsa di telepon selular mereka sering hilang tersedot operator telepon seluler milik negara Timor Leste.

Warga Desa Naikake A yang langsung berbatasan dengan Districk Oekusi, Timor Leste mengaku sering merasa dirugikan karena layanan operator dari Indonesia dan Timor Leste, lebih didominasi oleh operator Timor Leste. “Kami warga di daerah perbatasan memang agak sulit untuk berkomunikasi karena meskipun kami menggunakan operator yang sangat murah, tetapi pada saat pemakaian hasilnya ternyata sangat mahal, tapi setelah kami cek ternyata pulsa kami disedot operator Timor Leste, dan juga lebih dominannya sinyal operator TLS sehingga warga jadi kewalahan,” kata Sekretaris Kecamatan Mutis, Marianus Lopis.

Dia menegaskan, warga yang sudah mengalami kerugian. “Kalau kita kirim SMS menggunakan operator Indonesia ke sesama operator biasanya besar sekali yaitu sekali SMS Rp 3500, begitupun sebaliknya ketika kita terima SMS. Apalagi kalau telepon beberapa detik saja pulsa Rp 50 ribu langsung habis,” kata Lopis.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada pihak terkait khususnya operator Indonesia agar segera membangun sebuah tower baru sehingga masyarakat jangan rugi. Apalagi menurutnya, sekarang menjadi salah satu kebutuhan utama, meskipun warga di pelosok sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s