Yusril Yakin Tiga Koruptor Lainnya Akan Bebas

Yusril Ihza Mahendera (foto:Heru Heryono/okezone)

Yusril Ihza Mahendera (foto:Heru Heryono/okezone)

JAKARTA – Setelah berhasil meloloskan pembebasan bersyarat tujuh terpidana kasus korupsi, Yusril Ihza Mahendra yakin tiga terpidana kasus korupsi yang ditanganinya dan saat ini masih menjalani sidang gugatan kepada Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) akan kembali dimenanginya.

“Saya yakin gugatan ketiga orang tersebut diterima pengadilan,” kata Yusril kepada Okezone, Kamis (8/3/2011).

Ketiga orang yang saat ini masih menjalani sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, yaitu, Arthur Salampesy, terpidana kasus korupsi yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Bogor, Muchammad Taufik, terpidana kasus korupsi yang ditahan di Lapas Sukamiskin, Bandung dan Wawan Hermawan, terpidana kasus korupsi ditahan di Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Kasus gugatan mereka sama dengan ketujuh orang tersebut, karena pembatalan pembebasannya,” imbuh Yusril.

Kuasa hukum ketiga terpidana, Widodo Iswantoro mengatakan kasus ketiga kliennya saat ini, masih dalam tahap pembuktian saksi ahli. “Kemarin kita hanya menyerahkan berkas-berkas kepada majelis hakim,” jelasnya.

Menurutnya berkas ketiga kliennya, seharusnya masuk ke dalam satu berkas yang sama dengan tujuh orang yang sudah diputus tersebut.

“Karena sudah telat, kami kemudian mendaftarkannya dengan berkas yang berbeda,” ungkapnya.

Ketiga orang terpidana korupsi tersebut, memiliki kasus yang sama dengan tujuh orang terpidana korupsi yang sudah dimenangkan PTUN Jakarta.

Pembebasan Bersyarat (PB) mereka dibatalkan karena keluarnya surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) mengeluarkan surat edaran moratorium bernomor PAS-HM.01.02-42  pada 31 Oktober 2011.

Surat edaran ini, kemudian disahkan menjadi SK bernomor M.HH-07.PK.01.05.04 Tahun 2011 yang ditandatangani Menkum HAM, Amir Syamsudin pada 16 November 2011.

“Masih ada ratusan terpidana korupsi yang PB nya dicabut akibat SK tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, ketujuh orang Tujuh terpidana kasus korupsi yaitu, tiga orang terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Dewan Gubernur Senior BI, Ahmad Hafiz Zawawi, Bobby Satrio Hardiwibowo Suhardiman, dan Drs. Hengky Baramuli, dua orang terpidana korupsi proyek pembangunan PLTU Sampit, Hesti Andi Tjahyanto dan Agus Wijayanto Legowo.

Semua dibebaskan setelah PTUN Jakarta, menolak SK Menkum HAM bernomor M.HH-07.PK.01.05.04 Tahun 2011 dan diberlakukan lagi PB yang telah diberikan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s