Awas… Laki-laki Manajer Lebih Cepat Mati

GoogleIlustrasi

 

HONGKONG, KOMPAS.com- Lelaki manajer dan kalangan profesional di Jepang ternyata berisiko mati lebih muda daripada laki-laki di kelompok pekerjaan lain. “Sebab, mereka menempatkan pekerjaan diatas kesehatan mereka,” kata beberapa peneliti, Rabu (7/3/2012).

Para ilmuwan yang meneliti sertifikat kematian para laki-laki Jepang yang meninggal antara tahun 1980 dan 2005 menemukan bahwa para manajer dan kalangan profesional memiliki risiko 1,7 kali lebih tinggi untuk meninggal sebelum usia 60 tahun dibandingkan dengan mereka yang bekerja di bidang administrasi, penjualan, jasa, keamanan, pertanian, produksi dan transportasi.

Penelitian yang dipimpin Koji Wada dari Universitas Kedokteran Kitasato menemukan bahwa kematian para manajer dan kalangan profesional itu rata-rata diakibatkan oleh kanker, stroke dan penyakit jantung. Penyakit-penyakit itu meningkat setelah tahun 2000, sedangkan untuk pekerja dalam kelompok yang lain menurun.

“Siapa pun bisa memperoleh pelayanan kesehatan universal di rumah sakit di seluruh Jepang, jadi mengapa para manajer dan kalangan profesional harus memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang lain? Karena keterlambatan pergi ke rumah sakit,” kata Wada melalui telepon.

“Mereka tidak punya banyak waktu untuk pergi ke rumah sakit bahkan ketika mereka melihat dan merasakan gejalanya. Jadi mereka menderita kanker parah, bahkan dengan metastasis, dan mereka tetap meninggal sekalipin sudah menjalani perawatan,” kata Wada.

“Para peneliti, yang menerbitkan temuan mereka dalam Jurnal Kesehatan Inggris (BMJ) itu mengatakan, pola kematian dapat dikaitkan dengan tahun stagnasi ekonomi di Jepang setelah krisis ekonomi yang melanda Asia di akhir 1990-an.

Tingkat bunuh diri meningkat di antara manajer dan kalangan profesional setelah tahun 2000, sementara angka bunuh diri bagi mereka yang berkerja di bidang produksi, penjualan dan pekerjaan administrasi tetap stabil.

“Manajer dan kalangan profesional memiliki stres yang lebih tinggi dan gaya hidup yang buruk, mereka tidak punya waktu untuk berolahraga, tidur … bahkan dengan upah yang lebih tinggi, mereka memiliki gaya hidup yang tidak sehat,” kata Wada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s