Tukang Ojek Bakar Polisi, Kepolisian Harus Berbenah Diri

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

JAKARTA – Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan institusi Kepolisian harus berbenah diri dalam melayani masyarakat. Hal itu dikatakan Neta lantaran semakin maraknya masyarakat yang nekad melukai anggota kepolisian, salah satunya di Palangkaraya seorang tukang ojek nekad membakar dua anggota kepolisian.

“Sikap arogan polisi tidak membuat masyarakat takut justru nekad, sehingga harus diubah pendekatan ke masyarakat. Harus dengan persuasive tidak pakai arogansi,” ujar Neta kepada okezone, Senin (5/3/2012).

Menurut Neta gejala nekad masyarakat bukan suatu yang aneh dua tahun terakhir. Dalam catatan IPW sepanjang tahun 2010 sebanyak 15 kantor polisi dibakar oleh masyarakat, peningkatan terjadi di 2011 dengan 65 kantor polisi dibakar. Dan pada Januari 2012 sebanyak 11 anggota kepolisian dikeroyok oleh masyarakat.

“Ini menandakan ada peningkatan, sikap nekad masyarakat melawan polisi, ini suatu gejala memprihatinkan yang harus diperhatikan polisi ketika menghadapi rakyat jangan sewenang-wenang,” tuturnya.

Neta bisa memahami alasan tukang ojek, M. Nur yang melukai dua korban lantaran sumber mata pencarianya dihentikan karena sepeda motor pelaku ditahan oleh korban dalam razia rutin yang digelar sehari sebelumnya. “Sumber mata pencarian dia, untuk menghidupi anak dan istrinya dihentikan, padahal dia bergantung dari ojek itu, ojek ditahan makanya timbul sikap nekad,” kata Neta.

Sikap arogan anggota kepolisian, sambung Neta bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya pendidikan yang tidak berlangsung lama. “Latar belakangan pendidikan mereka masuk hanya tiga bulan paling lama lima bulan, dengan singkat seperti itu akan sulit memahami profesionalisme polisi, ketika mereka belum siap ditugaskan ke lapangan akhirnya mereka arogan dan menggunakan kekerasan,” paparnya.

Seharusnya, lanjutnya, ada kepedulian dari pimpinan untuk mengawasi anggotanya untuk tidak melakukan hal seperti itu. Selain itu pentingnya meningkatkan kontrol dan pengetatan dalam dalam merekrut anggota. “Sikap perilaku kan bisa dideteksi dengan psikotest. Yang terpenting sistem rekrut dibenahi, pengawasan ditingkatkan,” tutupnya.

Seperti diketahui, dua anggota Polisi Lalu Lintas Polres Katingan, Kalimantan Tengah, Briptu Martua Kasih Sianipar (24) dan Brigpol Wahyu Nurwidiantoro (31), yang dibakar seorang tukang ojek, M. Nur pada Minggu, 4 Maret 2012 pagi kemarin masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkaraya, Palangkaraya. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, luka bakar di salah satu wajah korban mencapai 40 persen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s