berita hari ini

Kejahatan Narkoba di Jalan Raya (2)

Rabu, 1 Februari 2012 – 10:19 wib

barang bukti narkoba (foto:Heru Haryono/okezone)

BARANG haram itu bernama narkoba. Meski sudah menyengsarakan banyak orang, namun barang haram ini nampaknya tetap saja menjadi idola dan juga ancaman yang menakutkan.

Akibat barang laknat itu, keriangan orang-orang sekejap hilang, berubah menyedihkan, mengerikan, jiwa-jiwa yang merenggang nyawa tergeletak bersimpah darah di Halte Tugu Tani.

Minggu, 22 Januari 2012, pukul 11.00 WIB, satu hari sebelum perayaan Imlek, sebuah mobil xenia yang dikendarai Afriani Susanti mengamuk dan menewaskan sembilan pejalan kaki, tiga luka-luka.

Polisi menyebut, kecelakaan maut itu terjadi karena sang sopir, Afriani berada dalam kondisi mabuk (fly) saat menyetir, bersama tiga rekannya dalam satu mobil.

Kejadian itu membuat mata masyarakat terbelalak ketika mengetahui bahaya narkoba tidak hanya menghancurkan kehidupan penggunanya, tapi juga orang lain.

Tentu ini jadi cerminan pemerintah untuk menyikapinya. Juga menjadi tantangan aparat terkait dalam menangani masalah narkoba untuk segera mengambil tindakan cepat, cerdas, strategis dan massal dalam mengkampanyekan anti narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut saat ini, Indonesia masih menjadi surga bagi para pemainnya. Nilainya fantastis, mencapai Rp28 miliar selama 2011. Bahkan berdasarkan data yang dikutip dari Metro TV (28/1/2012), Indonesia ada di peringkat 3 pasar narkoba dunia.

Angka itu menggambarkan bagaimana Indonesia adalah pasar gemuk peredaran narkoba, apalagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 259 juta jiwa.

Ini menunjukkan, Indonesia masih jauh dari bebas narkotika. Baru bisa dikatakan bebas, bila angkanya kurang dari 2,8 persen atau 5,1 juta jiwa. Terakhir 2011, pengguna narkoba masih mencapai angka 2,22 persen.

“Kami sedang berupaya mewujudkan Indonesia bebas narkoba pada 2015,” kata Benny Mamoto, Direktur Tindak dan Kejar Narkotika BNN, saat berbincang dengan okezone.

Kasus di Tugu Tani, kata Benny menjadi cambuk. Ke depan, BNN bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan akan mengambil langkah kongret dengan
melakukan pemeriksaan urine secara random bagi para pengendara pribadi, kendaraan angkutan umum atau pilot.

Selain juga akan dibentuk satgas dari unsur BNN dan Kementerian Perhubungan untuk mengawasi dan ini sudah disepakati.

Saat ini, diakui Benny, mayoritas pengguna narkoba 70 persen adalah wanita dan dari kalangan muda. “Mereka diperdaya, dirayu, dijanjikan nikah di luar negeri. Bahkan tidak sedikit para wanita itu hanya  dijadikan kurir,” jelas Benny Mamoto.

Catatan lain, bahwa setiap harinya, sebanyak 50 orang meninggal dunia akibat mengkonsumsi barang haram itu dan wilayah Jakarta tertinggi sebagai pengguna Narkoba, dengan capaian 280 ribu jiwa.

BNN bukan tidak melakukan upaya pencegehan peredaran narkoba yang pemasoknya dari luar negeri. Bahkan sanksi hukum bagi pelaku sudah mengakomodir. Tapi, yang juga tidak kalah penting adalah dukungan dari lini terkecil seperti lingkungan sekolah, guru, keluarga, orang tua, dan juga kepala warga setempat.

‘Narkodolar’

Menanggapi itu, pemerhati kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, maraknya peredaran narkoba di Ibu Kota menjadi tantangan Polri dan Badan Narkotika Nasinal (BNN) untuk segera mengambil langkah tegas.

Operasi penangkapan jangan hanya berkutat di Tanah Air, tapi lakukan terobosan dengan mengembangkan penyelidikan jaringan internasional.

“Jangan ubek-ubek di Tanah Air saja, itu akan membuat kita kebobolan terus. Mulai sekarang lakukan pengembangan geng perdagangan internasional,” jelas Bambang Widodo Umar kepada okezone.

Kata Bambang, bisnis narkotika memang terkenal mengiurkan, namun bukan berarti aparat kepolisian kalah. “Narkotik itu ada istilahnya, ‘nakodolar’ bisnisnya miliaran,” tukasnya.

Perda Miras

Kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang, menurut Pimpinan Ponpes Pinang, Kota Tangerang, KH Buhari adalah teguran bagi Mendagri Gamawan Fauzi yang berniat mencabut penerapan Perda Miras.

Peristiwa berdarah itu, kata KH Buhari merupakan efek dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

“Allah memberikan teguran langsung kepada Menteri Dalam Negeri, kejadian ini semoga dapat membuka mata pak menteri bahwa dampak langsung dari penyalahgunaan minuman keras dan narkoba adalah kematian,” ungkap KH Buhari kepada okezone.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi secara tegas menolak wacana pencabutan Peraturan Daerah soal Minuman Keras (Perda Miras) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tidak usah dicabut, kan sudah jelas tidak bertentangan dengan Undang-undang. Kenapa yang tembakau dikejar-kejar, sedangkan miras yang sudah jelas-jelas membahayakan malah mau dicabut,” jelas Hasyim Muzadi.

Kasus di Luar Negeri

Afriani, sopir maut yang menewaskan sembilan orang pejalan kaki, bisa saja dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancamannya 15 tahun.

Lantas bagaimana hukuman untuk pengemudi mabuk yang menewaskan nyawa orang lain itu di luar negeri? Inilah sejumlah peristiwa pengendara mabuk yang menewaskan orang lain berikut hukumannya.

Juli 2009
Pengadilan ChengDu menjatuhkan hukuman mati kepada Sun Weiming, Juli 2009. Ini adalah kali pertama pengemudi mabuk divonis mati di China. Weiming dianggap membahayakan keselamatan public karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, terlibat kecelakaann dan menewaskan empat orang. Pada pengadilan banding hukumannya dibatalkan menjadi seumur hidup

7 Juni 2010
Pengadilan Houston menjatuhkan vonis terhadap John Jacob Winne dengan hukuman 30 tahun penjara karena terbukti menabrak remaja 13 tahun yang baru turun dari bus sekolah. Investigasi polisi menyatakan John dalam keadaan mabuk ketika mengendarai kendaraan.

8 Juni 2010
Sebuah pengadilan di Provinsi Zhejiang, China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada Yang Shunzhong, anggota kongres di kota Taizhou. Shunzhong yang tengah mabuk mengendarai BMWnya menabrak belasan orang, mengakibatkan empat orang tewas dan delapan luka berat.

22 Desember 2010
Andrew Thomas Gallo (23) dari San Gabriel, California menerima hukuman maksimum setelah juri menyatakan dia bersalah atas dakwaan pembunuhan kejahatan mengemudi mabuk dan dua kejahatan lainnya. Dia dihukum 51 tahun penjara setelah mabuk dan terlibat kecelakaan. Menewaskan atlet Bisbol Nick Adenhart, Cortney Stewart(20) mahasiswa di California State University di Fullerton dan mahasiswa hukum Henry Pearson.

4 Februari 2011
Jeffrey David Kirby dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan Santa Ana, California, AS. Jeffrey dinyatakan mabuk saat terlibat kecelakaan yang berujung tewasnya bintang acara televisi Tapout, Charles ‘Mask’ Lewis.

20 Januari 2012
Pengadilan di San Antonio menghukum Sandra Briggs (59) dengan vonis penjara 45 tahun. Briggs dalam kondisi mabuk ketika menabrak mobil, menyebabkan petugas kepolisian San Antonio, Sergio Antilon tewas 15 hari setelah dirawat.

Lensa Kontak Masa Depan Dilengkapi Fitur 3D

Senin, 6 Februari 2012 09:23 wib
detail berita

ilustrasi (foto : Dailymail)

WASHINGTON – Lensa kontak yang menampilkan layar 3D langsung ke bola mata penggunanya, saat ini sedang dikembangkan perusahaan Innovega. Perangkat tersebut rencananya akan dipasarkan pada awal 2014.

Lensa kontak tersebut bekerja dengan  sepasang kacamata ringan yang memiliki lensa tembus pandang. Menurut CEO Innovega Steve Willey, pengalaman memakai lensa kontak tersebut setara dengan menonton televisi 240 inci dari jarak 10 kaki (3 meter). Demikian dilansir Dailymail, Senin (6/2/2012).

Perangkat mutakhir itu dapat dipasangkan dengan smartphone dan perangkat game portabel untuk menampilkan video close-up, atau beralih ke pandangan augmented reality, sehingga bisa menampilkan informasi komputer yang berlapis-lapis dalam pandangan penggunanya.

Tidak seperti headset virtual reality sebelumnya yang berukuran besar dan hanya dapat dipakai sambil duduk, perangkat ini dapat digunakan sambil bergerak. Efeknya mirip dengan yang lensa dipakai Tom Cruise dalam film Minority Report.

Selain itu, perusahaan Innovega juga mengembangkan lensa berteknologi tinggi untuk militer Amerika Serikat (AS). Lensa yang sedang dikembangkan itu bertujuan untuk menampilkan informasi medan perang, langsung ke mata prajurit.

Sedangkan bersama dengan DARPA, perusahaan tersebut saat ini sedang mengerjakan lensa iOptik, yang dibuat dengan teknologi nano-scale sehingga bisa membuat ukuran kacamata kreasi Innovega lebih ramping dari kacamata berteknologi tinggi yang dibuat sebelumnya.

“iOptik Innovega adalah lensa kontak yang meningkatkan penglihatan normal dengan memungkinkan penggunanya melihat gambar virtual dan augmented reality (menambahkan gambar atau informasi tanpa mengganggu pandangan) tanpa membutuhkan alat berukuran besar.” kata DARPA.

“Ketimbang memakai helm virtual reality berukuran besar, gambar digital diproyeksikan ke layar kecil penuh warna yang berjarak sangat dekat dengan mata,” tambahnya.

 

400 Bus Jurusan Surabaya Mogok, Penumpang Telantar

Senin, 6 Februari 2012 09:15 wib

SURABAYA – Sekira 400 bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) jurusan Bojonegoro-Surabaya, Jawa Timur, hari ini mogok total. Akibatnya ribuan calon penumpang telantar di Terminal Rajaweksi Bojonegoro.

Kegiatan terminal di pagi hari yang biasanya sangat sibuk, nampak lengang dan lumpuh.

Calon penumpang yang hendak ke Surabaya banyak yang membatalkan perjalanan, namun sebagian terpaksa menggunakan angkutan umum jurusan Babad, kemudian mengganti dengan bus jurusan Semarang-Surabaya.

Penumpang juga bisa turun di Bunder, Gresik, kemudian menggunakan angkutan kota jurusan Surabaya.

Sementara itu para penumpang yang tetap melanjutkan perjalan rata-rata merupakan pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan karyawan swasta yang bekerja di Surabaya.

“Mau ke Surabaya tapi tidak ada satu pun bus, terpaksa cari angkutan umum lain,” ujar Rudy, salah seorang penumpang, Senin (6/2/2012).

Armada bus yang mogok antara lain PO Dali Mas, Rajawali, Dali Prima, dan Margojoyo. Hanya bus-bus kecil jurusan Tuban, Nganjuk, dan Ngawi yang beroperasi.

Awak bus  mogok karena pendapatan mereka semakin merosot karena minim penumpang. Mereka menengarai kemerosotan pendapatan akibat dari tidak dihidupkannya Terminal Osowwilangun, Surabaya.

Bus dari arah Pantura, tidak semua berakhir di Terminal Osowwilangun. Hanya bus antarkota dalam provinsi (AKDP), seperti dari Bojonegoro dan Tuban, yang masuk ke Terminal Osowwilangun. Sedang bus-bus antarkota antarprovinsi (AKAP) seperti jurusan Semarang-Surabaya, mengakhiri perjalanan di Terminal Bungurasih.

Karena itu, mereka menuntut agar pemerintah mengubah trayek armada bus. Seluruh armada harus berakhir di Terminal Osowwilangun, baik AKDP maupun AKAP.

Dengan demikian, para penumpang dari Pantura akan mengakhiri perjalanan di Terminal Osowwilangun sehingga pendapatan awak bus tertolong.

 

Tarik-Ulur Rumor Mourinho

Senin, 6 Februari 2012 09:09 wib
Jose Mario dos Santos Mourinho Felix (Foto: Daylife)

Jose Mario dos Santos Mourinho Felix (Foto: Daylife)
MADRID – Masa-masa seperti sekarang, memang isu terkait masa depan José Mourinho tengah meramaikan media Spanyol. Kendati demikian, keyakinan penuh dari klub tetap dijabarkan bahwa Mourinho takkan angkat koper dari Bernabèu.

Mou menjadi pembicaraan media, publik Madrid dan juga pengamat sepakbola, mengenai masa depannya, usai beberapa kali gagal membuat Madridista mengembangkan senyum saat meninggalkan stadion usai Real Madrid melawan seteru abadi, Barcelona.

Sang agen, sumber dekat dan para pengamat kian yakin untuk mengindikasikan Mourinho akan pergi di akhir musim. Bahkan dua klub terdahulu, Chelsea dan Inter Milan, dikabarkan bersedia untuk menampungnya kembali, mengingat masa-masa jaya Inter dan Chelsea ketika dibesut The Special One.
 
Tapi, direktur Madrid, Emilio Buragueno hadir ke muka, dan hendak menjernihkan suasana. Buragueno tak ingin Mourinho terusik dan yakin 100 persen sang pelatih nyentrik tersebut takkan kemana-mana.

“Saya mewakili Madrid, tak khawatir akan segala keraguan yang hadir terkait masa depannya. Kami masih senang dengan dirinya dan saya yakin dia akan bertahan di klub ini. Rumor tentangnya muncul setiap saat, tapi itu takkan mempengaruhi kami,” jelasnya kepada Canal Plus, Senin (6/2/2012).

Anas: Biarkan Proses Hukum Berjalan Obyektif

Senin, 6 Februari 2012 08:39 wib
Anas Urbaningrum (Dok: Sindo TV)

Anas Urbaningrum (Dok: Sindo TV)

YOGYAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan pihaknya menyerahkan proses hukum terkait kasus suap wisma atlet ke Komisi Pemberantasan Korpusi (KPK).

Ditemui di Yogyakarta usai menjadi pembicara dalam Musyawarah Wilayah ke-3 Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Minggu petang kemarin, Anas menilai pernyataan yang banyak bermunculan pascapenatapan status tersangka terhadap politikus Partai Demokrat, Angelina Sondakh, dikhawatirkan akan mempengaruhi proses hukum. Dia berharap proses hukum tetap berjalan obyektif.

Pihaknya juga akan memberikan pendampingan hukum terhadap Angelina yang juga anggota DPR itu.

Anas juga enggan mengomentari terkait derasnya wacana penonaktifan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Pernyataan seperti diucapkan rekan separtainya, Ruhut Sitompul, soal non-aktif, tidak perlu ditanggapi serius.

Sementara itu saat ditanya apakah dia diundang oleh Dewan Pembina Partai Demokrat ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu sore kemarin, Anas menolak menanggapi. Dia menungkapkan di saat bersamaan sudah diundang Sutrisno Bachir ke Yogyakarta.

Seperti diketahui Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers terkait perkembangan yang terjadi di internal Demokrat. Dalam kesempatan itu SBY mengakui elektabilitas partai merosot terkait pemberitaan media soal dugaan keterlibatan kadernya dalam kasus suap wisma atlet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s