berita bola

Cassano Baru Bisa Bermain Lagi Juni

Senin, 6 Februari 2012 09:09 wib
Striker AC Milan Antonio Cassano takkan bisa memperkuat Rossoneri di sisa musim ini/Getty Images

Striker AC Milan Antonio Cassano takkan bisa memperkuat Rossoneri di sisa musim ini/Getty Images
MILAN – Lama tak terdengar kabarnya, penyerang AC Milan Antonio Cassano muncul dengan kabar yang kurang menggembirakan Cassano dipastikan takkan bermain lagi bagi Rossoneri di sisa musim ini. Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa Cassano sudah bisa kembali bermain pada April mendatang.

Kepastian ini diutarakan langsung oleh ahli bedah syaraf Nereo Bresolin. Dengan demikian, hampir bisa dipastikan impian Peter Pan untuk tetap memperkuat Italia di Euro Polandia-Ukraina 2012 pupus. Cassano dinyatakan baru bisa kembali bermain pada Juni mendatang atau tepat saat Euro 2012 dimulai.

“Saya pikir adalah mungkin baginya untuk bermain pada Juni nanti, tetapi tidak sebelumnya. Saya dengan pembicaraan soal April, itu terlalu awal,” kata Bresolin seperti dilansir Gazzetta dello Sport, Senin (6/2/2012).

Cassano menderita stroke ringan pascalaga melawan eks klubnya AS Roma pada Oktober silam. Sebelum diserang penyakit tersebut, Cassano telah mencetak tiga gol bagi Rossoneri di musim 2011/2012 ini. Penyerang berusia 29 tahun tersebut bergabung dengan Milan pada Januari 2011 lalu dari Sampdoria.

“Dia mencatat sejumlah kemajuan dan segalanya berlangsung sesuai rencana. Bisa dikatakan fase pertama dari rehabilitasinya telah dilalui dengan baik,” ujar Bresolin.

“Semangatnya yang positif telah muncul sejak hari pertama dia tiba di rumah sakit. Dia tetap memiliki rasa humor yang bagus dan aspek psikologis merupakan bagian yang sangat penting selama proses penyembuhan,” jelas Bresolin.

Pienaar ‘Ngerti‘ Perasaan Modric

Senin, 6 Februari 2012 08:18 wib
Luka Modric (kiri) (Foto: Getty Images)

Luka Modric (kiri) (Foto: Getty Images)
LONDON – Kendati terus tampil bagus dan fokus di tiap pertandingan, tapi jangan salah menebak perasaan yang dialami Luka Modric. Mungkin hanya sikap profesionalitas Modric yang masih membuatnya bertahan untuk terus menimang bola di lapangan hijau.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Modric amat diminati duo raksasa Manchester United dan Chelsea. Tapi Tottenham Hotspur menanam pengalang besar nan tebal untuk menjaga Modric dari segala godaan yang datang.

Hasilnya, Spurs sukses mempertahankan playmaker internasional Kroasia tersebut, sementara hati Modric meringis, karena gagal meningkatkan karier di tim yang lebih besar. Rekan Modric yang kini tengah dipinjamkan ke Everton, menjadi salah satu kawan yang amat mengerti keadaan batin Modric.

Pienaar mengerti bagaimana rasanya tim yang memilikinya, menahan laju perkembangan karier di tim yang lebih besar dan yang lebih besar pula untuk mendapuk prestasi tinggi. Pienaar tak ingin terlalu menyalahkan The Lilywhites, karena klub seperti bergantung padanya, untuk terus menetap di papan atas klasemen.

“Luka adalah pemain top bagi Spurs dan jika dia pergi, sulit mengatakan apa yang akan terjadi pada Spurs. Dia anggota tim yang amat penting. Tottenham ingin mempertahankannya, tapi tak mudah jika sang pemain sudah ingin pindah,” papar Pienaar.

“Pasti berat untuk Luka di awal musim ini, karena dia masih ‘kepikiran’ masa depannya. Tapi dia seorang profesional yang baik dan setelah kesempatan pergi dari Spurs telah lenyap, dia masih memberi segalanya untuk tim,” puji Pienaar, seperti dilansir Soccerway, Senin (6/2/2012).

“Karena sikap itulah dia disukai banyak rekan-rekannya. Tapi saya mengerti, berdasarkan pengalaman saya sendiri, jika kesempatan bagus dihalangi klub anda, pasti berat untuk berkonsentrasi ke depannya,” tutup pemain internasional Afrika Selatan tersebut.

Juventus Permasalahkan Wasit

Senin, 6 Februari 2012 07:07 wib
Kiper Juventus Gianluigi Buffon (keempat dari kiri) memperotes wasit Sebastiano Peruzzo (ketiga dari kiri) seusai laga/Getty Images

Kiper Juventus Gianluigi Buffon (keempat dari kiri) memperotes wasit Sebastiano Peruzzo (ketiga dari kiri) seusai laga/Getty Images
TURIN – Kinerja arbitro alias wasit di Serie A kembali mendapat sorotan. Kali ini komplain datang dari kubu Juventus. Bianconeri melalui direktur umumnya Giuseppe Marotta mempermasalahkan wasit Sebastiano Peruzzo yang memimpin laga Juventus melawan Siena yang berakhir imbang tanpa gol 0-0.

Marotta mempertanyakan mengapa Peruzzo tidak memberikan penalti kepada Juventus saat gelandang Siena Simone Vergassola menyentuh umpan silang bek La Vecchia Signora Giorgio Chiellini dengan tangannya di menit-menit akhir laga yang berlangsung di Juventus Arena, Minggu (5/2/2012).

Eks Direktur Umum Sampdoria itu menilai insiden tersebut jelas-jelas merupakan penalti. Marotta tak habis pikir bagaimana mungkin wasit dan asistennya bisa melewatkan pelanggaran tersebut. Marotta juga menggaris bawahi sepanjang musim ini Bianconeri hanya mendapatkan satu penalti saja.

Marotta tidak menginginkan timnya diberi banyak penalti atau dibantu oleh wasit. Marotta hanya menginginkan wasit lebih menghormati Juventus dan bertindak sebagaimana seharusnya. Juventus masih memegang capolista dengan 45 poin atau unggul satu angka atas AC Milan.

“Saya tidak ingin mendiskusikan soal wasit lewat media, tapi mengingat klub tidak bisa berbicara kepada pengatur wasit maka inilah yang harus dilakukan. Kami hanya ingin suara kami didengar supaya kami bisa mempertahankan kepentingan klub,” kata Marotta seperti dilansir FootballItalia, Senin (6/2/2012).

“Semua orang bisa melihat kami tak mendapatkan penalti yang jelas-jelas. Sayangnya kebiasaan ini telah bertahan cukup lama. Kami hanya memperoleh satu penalti sepanjang musim ini,” keluh Marotta.

“Yang kami minta hanyalah respek kepada tim kami. Juventus layak mendapat respek dan hari ini tidaklah adil bila kita semua hanya berbicara soal pemain,” cetus Marotta.

Dengan Senang Hati Boca Tampung Tevez

Senin, 6 Februari 2012 07:07 wib
Foto: Carlos Alberto Martinez Tevez (kiri) (Foto: Getty Images)

Foto: Carlos Alberto Martinez Tevez (kiri) (Foto: Getty Images)
BUENOS AIRES – Jika Manchester City memberi lampu hijau, tentu Boca Juniors bersedia untuk menampung bakatnya yang sempat tertahan karena ulahnya. Bagi publik La Bombonera, Tévez masih diinginkan dan yang paling penting, dicintai fans.

City memang sudah bersikeras untuk melepas Tévez dengan harga yang tak murah. Terbukti, AC Milan yang dikabarkan hampir mendaratkan Carlitos – sapaan Tévez, akhirnya juga ditolak City.

Sejatinya kondisi serba salah dialami dua pihak, City dan juga Tévez. The Eastlands yang diwakili sang pelatih, Roberto Mancini, nampaknya betul-betul belum bisa melupaka insiden pembangkangan Tevez.

Akibatnya, Tévez menjadi cadangan abadi di City. Situasi dilema pun terjadi, apalagi tentunya City harus terus menggajinya dengan tinggi, meski tak bermain. Sementara, Tévez juga butuh bermain karena tak ingin kemampuannya lenyap dan hilang di telan bangku cadangan.

Los Xeneizes pun tak ketinggalan ingin mengambil kesempatan yang ada. Dengan cara apapun, Boca akan senang untuk menampung Tevez kembali, dengan status ‘gratisan’ atau pun pinjaman.

“Jika Tévez datang dengan status gratis, maka dengan senang hati kami akan menyambutnya lagi,” ungkap presiden Boca Juniors, Daniel Angelici.

“Jika Manchester City menghubungi kami dan bilang bahwa mereka membutuhkan Tévez untuk bermain, maka pintu kami pun akan selalu terbuka,” tuntas Angelici kepada Todo Noticias, Senin (6/2/2012).

Angelici amat berharap, ketika mantan jebolan akademi Boca itu kembali ke La Bombonera untuk menghadiri laga testimony sahabatnya, Martin Palermo.
Di masa jeda pertandingan, Tevez maju ke lapangan dan memberi salam untuk publik La Bombonera yang ternyata masih dicintai dan para fans pun bersorak: “Tinggalkan Inggris dan kembalilah ke sini,”.

AVB Tuduh Wasit-United Main Mata

Senin, 6 Februari 2012 06:06 wib
Foto: Luis Andre de Pina Cabral e Villas-Boas (kanan) berkeluh kesah soal wasit (Foto: Getty Images)

Foto: Luis Andre de Pina Cabral e Villas-Boas (kanan) berkeluh kesah soal wasit (Foto: Getty Images)
LONDON – Sempat sumringah di babak pertama dan menit-menit awal babak kedua, Andre Villas-Boas (AVB) akhirnya harus bersungut, ketika melihat papan skor yang menunjukkan angka 3-3 di akhir pertandingan. AVB pun menuding adanya konspirasi menentang timnya.

The Blues sempat digdaya sampai awal-awal babak kedua. Tapi nasib pun berbalik ketika wasit Howard Webb memberi hadiah penalti untuk Manchester United. Tak hanya sekali, tapi dua kali dan itu amat merugikan Chelsea.

Memang gol ketiga yang ditorehkan Javier ‘Chicharito’ Hernandez, tak dipermasalahkan AVB, karena memang yang terjadi adalah gol yang murni. Begitupun dengan penalti yang pertama, di mana AVB mengakui Daniel Sturridge memang melanggar Patrice Evra.

Tapi yang sampai tidak diduga, wasit kembali menunjuk titik putih ketika Danny Welbeck dianggap terlanggar oleh Branislav Ivanovic. Padahal, jika melihat tayangan ulang pertandingan, hampir bisa dipastikan Welbeck sengaja mengenai kaki Ivanovic dan kemudian menjatuhkan diri – alias diving.

“Terdapat sejumlah keputusan yang ganjil hari ini. Hal seperti ini selalu saja terjadi,” keluh AVB, sebagaimana disitat Sky Sports, Senin (6/2/2012).

“Saya mengakui penalti pertama mereka. Tapi penalti kedua yang mereka dapat, amat menguntungkan mereka. Saya tidak terlalu yakin apakah (wasit) Howard Webb memberi kompensasi akan sesuatu kepada tim lawan,” tutupnya seraya menuding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s