Berita Teknologi hari ini

CEO Twitter Akhirnya Angkat Bicara Soal Kebijakan Sensor

Selasa, 31 Januari 2012 11:23 wib
detail berita

CEO Twitter Dick Costolo

CALIFORNIA – CEO Twitter Dick Costolo akhirnya angkat bicara mengenai pro dan kontra kebijakan baru di situsnya terkait sensor. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaanya tersebut karena Twitter tidak mempunyai pilihan lain jika ingin beroperasi di negara-negara tertentu.

Langkah yang diambil Twitter ini memang telah disambut baik oleh pemerintah Thailand dan dipuji oleh juru bicara pemerintah China , menimbulkan kontroversi di antara pengguna yang menuduh situs microblogging tersebut yang mengalah untuk sensor.

“Belum ada perubahan dalam sikap kami atau sikap atau kebijakan sehubungan dengan konten di Twitter. Ketika kita sebanyak mungkin menggunakan layanan ini, Twitter harus tetap sambil berpegang pada hukum setempat,” kata Costolo, seperti dilansir The Next Web, Selasa (31/1/2012).

Costolo juga melakukan pembelaan dengan mengklaim bahwa perusahaan ini, seperti semua orang atau perusahaan lain, diwajibkan untuk mengikuti hukum lokal di negara-negara di mana ia menempatkan usahanya.

“Hal ini hanya tidak dalam kasus ini, Anda dapat beroperasi di negara-negara dan memilih hukum di mana kita ingin mematuhinya,” katanya.

Sementara beberapa analis telah berspekulasi bahwa kebijakan yang dilakukan Twitter ini karena layanan tersebut ingin membuka usahanya di China, di mana layanan ini saat ini diblokir. Seperti diketahui, pemerintah negara tirai bambu itu memberlakukan sensor ketat pada perusahaan-perusahaan internet di negara ini, termasuk menghapus pesan, menghapus topik populer dan wajib mendatang kebijakan verifikasi nama sebenarnya , yang semuanya Costolo mengatakan tidak akan bekerja untuk Twitter:

“Saya tidak berpikir kebijakan saat ini terkait hanya untuk China, akan tetapi salah satu di mana kita hal yang kita bisa beroperasi,” tandasnya.

Sebelumnya juga, pendiri Twitter Jack Dorsey telah mengungkapkan tentang rasa frustrasinya karena tidak mampu bersaing di China khususnya oleh Weibo, yang kini memiliki setengah miliar pengguna internet. Namun kata-kata Costolo memberi kesan bahwa ada mungkin akan ada kemajuan di bagian depan itu.

 

Efek Sensor Twitter Tidak Hantam Indonesia

Selasa, 31 Januari 2012 10:45 wib
detail berita

Ilustrasi (Foto: Mashable)
JAKARTA – Fasilitas baru yang diberikan oleh Twitter, yakni mengenai sensor tweet, dipastikan tidak akan memiliki pengaruh bagi di Indonesia. Terlebih lagi Pemerintah Indonesia juga sudah memastikan tak akan menyensor tweet.

“Itu (sensor tweet) tidak ada efeknya sama sekali bagi pengguna Twitter di Indonesia, karena kan sudah disampaikan bahwa Indonesia tidak akan menyensor tweet,” ujar Nukman Lutfhie, penggiat media sosial saat dihubungi okezone, Selasa (31/1/2012).

Nukman mengibaratkan sensor tweet ini sebagai sebuah senjata yang diberikan oleh Twitter. “ di Indonesia tidak akan dipakai (sensor tweet), karena kan sudah ada undang-undang yang mengatur,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Enda Nasution, yang juga merupakan penggiat media sosial. Menurutnya fasilitas baru yang diberikan Twitter ini bisa diberlakukan jika ditindak lanjuti di negara yang ingin memberlakukan sensor tweet tersebut.

“Intinya adalah yang di sensor itu merupakan hal-hal yang dianggap ilegal, tapi harus berdasarkan peraturan di suatu negara dan pemerintah yang memintanya,” jelas Enda.

Menurut Enda, bukan hanya Twitter yang harus mengikuti peraturan di suatu negara, tapi juga seluruh perusahaan internet yang beroperasi secara global. “Ya mau gak mau mereka harus mengikuti peraturan yang ada di suatu negara. Kalau tidak mau layanannya kan bisa ditutup,” pungkas Enda.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Twitter telah mengumumkan fasilitas baru mereka, yang akan menyensor tweet dari pengguna di negara tertentu. Maka nanti ketika Twitter menyensor suatu tweet, situs microblogging tersebut akan mengirimkan sebuah pesan bersamaan dengan link yang menyatakan bahwa kicauan pengguna tersebut telah disensor

 

 

Ilmuwan Kembangkan Kulit Superman Tidak Tembus Peluru

Selasa, 31 Januari 2012 10:23 wib
detail berita

Ilustrasi Superman (Foto: Comicvine)

AMSTERDAM – Bagaimana rasannya menjadi Superman dengan kulit tahan peluru? Saat ini, sebuah jaringan kulit futuristik yang dirancang oleh Jalila Essaidi, berfungsi memperkuat sel-sel kulit manusia dengan sutra laba-laba, dan dapat menghentikan sebuah proyektil peluru.

Seperti diwartakan New Scientist, Selasa (31/1/2012), meskipun benang laba-laba terlihat rapuh, tenunan sutra  laba-laba memiliki kekuatan empat kali lipat yang dimiliki Kevlar, bahan yang digunakan dalam rompi antipeluru.

Sebuah tim internasional bekerja sama untuk menciptakan materi baru tersebut. Pertama, kambing transgenik dan ulat sutera yang diberi perlengkapan untuk memproduksi protein sutra laba-laba, sehingga mengeluarkan bahan mentah itu di laboratorium biologi sintetik, di Utah State University.

Kepompong kemudian dikirim ke Korea Selatan, tempat kepompong itu dibuat menjadi benang, kemudian ditenun menjadi kain di Jerman.

Sutra hasil modifikasi tersebut kemudian dijepit di antara sel-sel kulit buatan yang dikembangkan ahli biokimia Abdoelwaheb El Ghalbzouri di Leiden University Medical Center, Belanda. Setelah lima pekan inkubasi, kulit hibrida sudah siap untuk uji coba.

Selain mengeksplorasi materi artistik, Essaidi juga melihat ke dalam penggunaan praktis, seperti transplantasi kulit. Sutra laba-laba sudah sedang dikembangkan oleh tim lain untuk aplikasi teknologi tinggi, yang berkisar dari kornea buatan untuk implan otak.

 

 

Aplikasi Game di SparX Up Cenderung Inovatif

detail berita

Juri SparX Up Awards 2011 tahap pertama (F : Fiddy/okezone)

JAKARTA – Panelis di SparX Up 2011 yang melakukan penjurian di tahap awal mengaku, peserta yang menghadirkan aplikasi game cenderung lebih inovatif dibandingkan dengan aplikasi lainnya dan lebih menarik.

Dari 167 peserta yang mendaftar hanya ada 25 pemenang yang lolos seleksi dari 8 kategori.

“Dalam proses penjurian, kami lebih memperhatikan peserta yang mengembangkan inovasi baru dalam setiap aplikasi yang mereka presentasikan. Seharusnya mereka lebih banyak mendemokan aplikasi yang mereka buat dan tidak perlu terlalu rinci menjelaskan strategi bisnisnya,” ungkap Martin Hartono, juri sekaligus Direktur Global Digital Prima kepada okezone, di Epicsentrum Walk, Jakarta, Kamis (20/10/2011).

Hartono juga menambahkan aplikasi game merupakan yang lebih menarik dibandingkan semuanya dan cenderung lebih inovatif. Karena untuk membuat game tentunya harus menghadirkan yang baru dan beda dari yang lain.

Sementara itu, salah satu juri lain yakni Pambudi Baskara Sudirman, HHP Business Samsung Electronic Indonesia menyatakan aplikasi game lebih mudah diadopsi oleh berbagai kalangan dan sependapat dengan yang dikatakan oleh Hartono.

“Saat ini banyak orang yang bermain game di Android dan jumlahnya cukup pesat apalagi permainannya menarik. Walaupun ada juga beberapa aplikasi lain yang hadir di Android,” jelasnya.

“SparX Up Awards merupakan ajang yang menarik karena di sini semua developer baru berkompetisi untuk menjadi yang terbaik,” lanjutnya.

“Saat ini perkembangan Android memang sangat pesat khususnya di Indonesia. Kami berupaya membantu mengembangkan developer lokal karena bagaimana pun itu penting untuk pasar Indonesia dan Android itu sendiri,”simpulnya.

 

Lazaridis dan Balsillie, Duo Pendiri RIM

detail berita

Lazaridis dan Balsillie (Foto: Google)

JAKARTA – Siapa yang tak kenal Research In Motion (RIM), kesuksesan yang pernah direngkuh perusahaan asal Kanada ini tidak terlepas dari campur tangan Mike Lazaridis, yang saat ini masih menjabat sebagai co-CEO RIM. Pada 1984, pria 50 tahun ini mendirikan RIM dengan modal sekira USD15 ribu yang diberikan oleh orangtuanya.

Untuk lebih fokus menjalankan perusahaan yang didirikannya, Mike mengundurkan diri dari bangku kuliah, langkahnya itu mengejutkan semua orang. Mengingat saat itu masa kuliahnya hanya tinggal dua bulan lagi untuk menunggu kelulusan. Pengorbanannya pun tidak sia-sia, sejak itu dia mampu mendapatkan berbagai proyek baru.

Dilansir dari berbagai sumber, saat itu Mike menjalankan usahanya tidak sendirian, bersama denga Jim Balsillie yang saat ini juga menjabat sebagai co-CEO bersamnya, dengan pembagian tugas yang berbeda. Lazaridis akan fokus pada sisi kreatif, yaitu penelitian, pengembangan dan strategi produk. Sedangkan Balsille fokus pada keuangan, pengembangan bisnis dan strategi perusahaan.

Balsillie bergabung dengan RIM pada 1992, dan percaya pada visi Lazaridis meskipun saat itu RIM sedang kekurangan dana. Mereka pertama kali bekerja di sebuah kantor kecil dengan hanya satu karyawan, yaitu Mike Barnstjin.

BlackBerry yang merupakan smartphone besutan RIM, versi aslinya diluncurkan pertama kali pada 1999 dan dengan mudahnya menjadi terkenal dengan perusahaan yang sekarang bisa memiliki karyawan di mana saja. Keberhasilan BlackBerry telah membuat duo pendiri RIM, Lazaridis dan Balsillie menjadi kaya raya.

Saat itu pialang sahan dan selebriti merupakan penggemar awal perangkat tersebut. Lazaridis dan RIM terus mengembangkan BlackBerry selama bertahun-tahun. Pada 2001 akhirnya, bisa digunakan sebagai telepon selular dan memiliki kemampuan suara, lalu satu tahun kemudian BlackBerry memiliki kemampuan hands-free.

Kemudian, RIM menjual BlackBerry kepada klien korporasi dan sering membuat paket khusus untuk software dan server. Sehingga dalam beberapa tahun kemudian hingga kini, kita bisa melihat BlackBerry banyak digunakan diberbagai negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s