teknologi Saat ini””

Indonesia Siap Ambil Alih Satelit Landsat Produksi AS

Senin, 30 Januari 2012 18:15 wib
detail berita

ilustrasi satelit (Foto: Google)

DENPASAR – Indonesia siap mengambil alih pengoperasian satelit Landsat Bumi produksi Amerika Serikat yang diharapkan bisa terwujud tahun 2013 mendatang.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) BS Tejakusmana mengatakan, Indonesia sangat siap dan berharap secepatnya bisa mengoperasikan satelit generasi terbaru yakni Landsat 8.

Dalam kaitan itu pula, selama tiga hari lembaga antariksa 18 negara berkumpul di Bali, membahas berbagai hal dalam mempersiapkan diri untuk mengoperasikan stasiun bumi satelit Landsat.

Negara yang hadir terdiri dari kawasan Amerika, Eropa, Asia dan Australia.  Pertemuan bakal membahas tentang aktivitas dan persiapan akuisisi data Landsat oleh operator-operator bumi di dunia termasuk Indonesia.

Tejakusuma menambahkan, saat ini  beberapa negara di Asia yang memanfaatkan satelit AS yakni Indonesia, Thailand, Taiwan, China, India dan Australia. Landsat merupakan penginderaan jauh milik AS yang diluncurkan sejak 1972. Landsat menghasilkan jutaan citra yang disimpan dalam stasiun-stasiun bumi penerima Landsat di seluruh dunia.

Selama ini, citra Landsat dipergunakan untuk berbagai penelitian pertanian, geologi, kehutanan, perencanaan daerah dan pendidikan.

“Amerika sebagai pemilik satelit akan meluncurkan Landsat 8. Namun sebelum diluncurkan negara pengguna ingin mendengar laporan perkembangan jadwal, software perekam dan olah data dan lainnya,” ujarnya.

Indonesia sudah sangat siap untuk mengoperasikan satelit generasi terbaru Landsat 8. Bahkan antene sudah dibangun di Bogor dan Sulawesi Selatan guna  meng-cover Indonesia Timur.

“Untuk anggaran pengadaan Landsat semua perangkat seperti antena dan lainnya sekira Rp40 miliar,” imbuhnya didampingi Kepala Bagian Humas LAPAN Elly Kuntjahyowati.

 

 

Praktek Kerja Sama Indosat-IM2 Dilindungi UU

Senin, 30 Januari 2012 17:51 wib
detail berita

Ilustrasi (Foto: Setyo/ okezone)

JAKARTA – Sejumlah asosiasi telekomunikasi  dan ICT yang terdiri dari Mastel, Kadin, APJII, APMI, APKOMINDO, APW KOMITEL, ID-WiBB, AOSI, ITDUG dan PANDI berpendapat tidak ada penyalahgunaan frekuensi dari kasus Indosat dan PT Indosat Mega Media (IM2).

Sebelum dilimpahkan ke Kejagung, kasus ini bermula saat LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) melaporkan dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G Indosat ke anak usahanya, IM2, melalui Kejati Jawa Barat. Beberapa pihak terkait pun langsung dipanggil.

Menurut Barata Wardhana, pengurus Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG), bahwa praktek kerja sama antara IM2 dengan Indosat telah dilindungi dan dijamin oleh UU Telekomunikasi, PP No 52 tahu 2000 tentang penyelenggara telekomunikasi dan KM no 21 tahun 2001 tentang penyelengaraan telekomnukasi.

“Dalam peraturan tersebut secara terperinci diatur penyelenggaran jaringan dan prinsip jasa beserta beserta kedudukan masing-masing. Sehingga sah-sah saja bila Indosat melakukan kerja sama dengan IM2,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (30/1/2012).

Sebagai saran untuk menindaklanjuti masalah ini, ID-TUG bersama dnegan asosiasi TIK Tingkat Pusat menyatakan :

1. Menghimbau pihak Kejaksaan Agung agar kasus dugaan tindak pidana yang dilakukan IM2 dapat diteliti dan dikaji kembali dengan mempertimbangkan seluruh peraturan perundangan yang berlaku.

2. Menyarankan agar pihak Kejaksaan Agung memperhatikan dan mempertimbangkan penjelasan, keterangan dan kesaksian yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang secara resmi telah memenuhi permintaan atau panggilan dari pihak Kejaksaan Agung.

3. Mengusulkan agar pihak Kejaksaan Agung memanggil pihak Pelasor untuk memastikan bahwa laporan yang disampaikan adalah benar dan berdasar, jika diperlukan dapat dilakukan diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan (tanpa adanya prejudice).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s