Berita Ekonomi hari ini

Apindo : Kenaikan Listrik Jangan untuk Bayar Gaji PNS

Jum’at, 20 Januari 2012 12:16 wib
 Ilustrasi. Foto: Okezone
Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA – Pemerintah mengaku terbebani dengan adanya subsidi yang diberikan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Karenanya dibutuhkan kebijkan terkait BBM baik bagi masyarakat maupun bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sekadar informasi, PT PLN menargetkan penggunaan BBM untuk pembangkit listrik sebesar 7,49 juta kiloliter pada 2012 mendatang, turun 30 persen dibanding estimasi konsumsi BBM 2011. PLN sendiri telah membakar anggaran sekira Rp50 triliun untuk subsidi BBM yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

Guna menutup ongkos produksi tersebut, pemerintah berencana menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 10 persen pada 2012, dengan demikian anggaran bagi subsidi tersebut dapat teralihkan pada infrastruktur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengungkapkan, kalangan pengusaha siap jika memang terjadi kenaikan listrik. “Selama kenaikan betul-betul untuk infrastruktur, jangan naik tapi untuk bayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) saja,” tegas dia kala dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Adapun belanja pegawai pemerintah dalam kurun waktu 2006-2011, secara nominal mengalami peningkatan rata-rata 20,1 persen per tahun, yaitu dari Rp73,3 triliun atau 2,2 persen terhadap PDB dalam 2006 dan diperkirakan menjadi Rp182,9 triliun 2,5 persen terhadap PDB pada 2011.

Sementara itu, proporsi belanja pegawai terhadap total belanja pemerintah pusat juga meningkat dari 16,6 persen dalam 2006 menjadi sekira 20,1 persen pada 2011.

Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga meminta Menteri Keuangan Agus DW Martowardoj meninjau kemungkinan kenaikan gaji pemerintah daerah (Pemda). Pertimbangannya, perbaikan ini bisa mendorong kinerja pemda.

“Kita telah meningkatkan gaji pejabat dan pegawai, meski tadi ada imbauan ada gaji pemerintah daerah yang belum naik, silakan Menkeu ditinjau dengan baik,” Kata SBY.

Listrik Naik, Indonesia Jadi Negara Importir

Jum’at, 20 Januari 2012 12:21 wib
Ilustrasi. Corbis.

Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA – Rencana pemerintah manaikkan Tarif Dasar Listrik atau Tarif Tenaga Listrik (TTL) dinilai akan memberatkan para pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan, kenaikan listrik 10 persen akan memberatkan kalangan pengusaha di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut akan menurunkan daya saing industri Indonesia dengan negara lain

“Kita tidak bisa lagi kompetisi, karena buruh juga naik 30 persen kan. Selain itu, kondisi perekonomian (global) juga kan lagi kacau balau,” tuturnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Dia mengungkapkan, dengan kenaikan ini maka barang-barang produksi Indonesia akan lebih mahal ketimbang barang-barang produksi luar negeri. “Lama-lama kita jadi importir saja kalau begitu. Karena kan lebih murah barang-barang dari luar,” kata Sofyan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menaikkan Tarif Dasar Listrik atau Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar sepuluh persen pada 2012. “APBN 2012 sudah mengansumsikan kenaikan tarif 10 persen. Kajiannya sudah jadi tinggal diajukan DPR,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Djarman.

Djarman menjelaskan, saat ini ada sebanyak 19,6 juta pelanggan rumah tangga yang memiliki kapasitas 450 VA. “Hampir setengah dari jumlah pelanggan listrik rumah tangga saat ini yang mencapai 40 juta pelanggan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan dengan adanya kenaikan TDL tersebut maka beban subsidi pemerintah berkurng Rp9,5 triliun. “Bahwa direncanakan di 2012 subsidi Rp40,5 triliun tapi dengan naik tarif 10 persen akan mengurangi Rp9,5 triliun,” pungkasnya.

Anomali, IHSG Turun Kelas

Jum’at, 20 Januari 2012 11:34 wib
Ilustrasi.

Ilustrasi.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak anomali di antara menguatnya saham-saham di Asia dengan turun 28,43 poin atau 0,71 persen ke 3.972,64.

Riset Trimegah Securities, Jumat (20/1/2012), memprediksi IHSG akan bergerak menguat menuju level 4.048 seiring dengan sentimen positif. Meski begitu, ada kecenderungan IHSG akan terkoreksi menuju 3.980 sebagai antisipasi libur panjang di Indonesia.

Indeks Asia masih menghijau dengan indeks Shanghai naik 8,51 poin atau 0,37 persen, indeks Hang Seng melaju 49,60 poin atau 0,25 persen, indeks Nikkei melesat 114,14 poin atau 1,32 persen dan Straits Times menguat 15,88 poin atau 0,56 persen.

Indeks LQ45 pun merosot 5,28 poin atau 0,7 persen dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,73 poin atau 0,7 persen. Semua terpantau menurun dengan sektor tambang turun 6,38 poin atau 0,2 persen, sektor perdagangan turun 2,15 poin atau 0,3 persen dan sektor keuangan turun 4,28 poin atau 0,8 persen.

Sebanyak 67 saham menguat, 138 saham melemah, dan 125 saham stagnan. Nilai transaksi terjadi pada penutupan sesi I siang ini tercatat sebesar Rp1,62 triliun dengan volume perdagangan 2,29 miliar lembar saham diperdagangkan dengan aksi beli oleh investor asing sebesar Rp75,45 miliar.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp2.000 ke Rp128.000, PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) naik Rp200 ke Rp3.000, dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp150 ke Rp42.400.

Sementara saham-saham yang melemah (top losers) adalah PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp950 ke Rp77.850, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp900 ke Rp17.900, serta PT Gudang Garam Tbk (TBLA) turun Rp600 ke Rp57.500.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s