Pasutri Tewas Dilindas Truk Gandeng
Senin, 16 Januari 2012 10:50

Jombang
HARIAN BANGSA

Kecelakaan maut menimpa pasutri (pasangan suami-istri) ketika mengendarai motor berboncengan, kemarin (15/1). Ketika hendak menyeberangi jalan yang kondisinya menikung, malah sempat menyenggol seorang pengendara sepeda pancal, dan terjatuh. Bersamaan itu, melaju sebuah truk gandeng yang melaju dari arah berlawanan. Tanpa ampun, keduanya dilindas roda depan truk. Akibatnya, pasutri tersebut tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi luka parah. Sedangkan, pengendara sepeda pancal selamat. Kedua korban tewas itu diketahui bernama Tosim (54), dan Sumiah (55), keduanya warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Informasi yang diperoleh menyebutkan kecelakaan maut yang menimpa pasutri itu terjadi sekitar pukul 07.30 wib, di kawasan Jalan Raya Desa Sembung, Kecamatan Perak. Kedua korban diketahui mengendarai motor bernopol W 4942 SH. Keduanya berboncengan dari arah Barat dengan kecepatan sedang. Medekati lokasi kejadian, nampak kondisi jalan menikung. Saat itulah, Tosim yang memegang kendali motor bermaksud menyeberangi jalan tersebut.
Entah karena terburu-buru atau kurang memperhatikan kondisi arus kendaraan di depannya, Tosim langsung membelokkan arah motornya. Tanpa diduga, seorang pengendara sepeda pancal tiba-tiba saja berada di depannya. Kaget, Tosim berusaha menghindari tabrakan. Namun usahanya agak terlambat, meski berhasil motor yang dikendarainya sempat menyenggol pengendaraa sepeda pancal itu. Motor pun seketika oleng, dan tak terkendali. Tak pelak, kedua korban seketika terjatuh dari atas motornya. “Sempat nyenggol sepeda pancal, lalu terjatuh,” ujar Iswan, salah satu saksi mata, warga setempat.
Bersamaan itu dari arah berlawanan melaju truk gandeng bernopol N 8854 BS, yang dikemudikan Satromo (53), warga Desa Kedawung, Uripan, Probolinggo. Kaget melihat kedua korban terjatuh di depannya, sopir truk tak mampu menghentikan laju kendaraannya. Tanpa ampun, tubuh kedua korban langsung dilindas roda depan truk. Warga yang sempat mengetahuinya tak mampu menolong. Kedua korban tewas seketika di lokasi kejadian. “Pengendara sepeda pancal selamat, dan segera pergi dari lokasi,” lanjut Iswan.
Beberapa anggota unit Laka Satlantas Polres Jombang, tiba di lokasi kejadian usai menerima laporan. Selain mengamankan sopir truk beserta kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan, petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi serta membuat sketsa gambar di lokasi kejadian. “Kita masih lakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Kedua korban meninggal segera kita evakuasi ke kamar jenazah rumah sakit,” jelas AKP Sugeng Widodo, Kasubag Humas Polres Jombang. (dio)

Jadi Istri Kedua, Dua PNS Dipecat
Senin, 16 Januari 2012 10:41

Sidoarjo-HARIAN BANGSA
Meski untuk bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) cukup sulit, namun beda dengan fikiran dua PNS di Sidoarjo. Mereka memilih dipecat demi menjadi istri kedua.
Sesuai data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo, ada dua PNS yang dipecat karena menjadi istri kedua. Salah satunya, Indah, staf Sekretariat DPRD Sidoarjo yang harus menanggalkan baju PNS-nya demi menjadi istri kedua Mashuri anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Demokrat.
Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Sidoarjo Ali Sarbini mengatakan, untuk PNS yang dipecat karena menjadi istri kedua, satu orang akhir Tahun 2010 dan satu orang Tahun 2011.
“Kalau yang dipecat gara-gara menjadi istri kedua hanya dua orang itu,” ujarnya.
Ali Sarbini mengatakan, sebelum dilakukan pemecatan sudah dilakukan pembinaan oleh instansi tempat PNS itu bertugas. Sehingga, ketika berkas sudah masuk ke BKD tinggal menindaklanjutinya.
Jika seseorang sudah menjadi istri kedua meski secara syiri, sanksinya pecat. “Meski setelah berkasnya masuk ke BKD dan PNS yang bersangkutan membatalkan pernikahannya alias cerai tapi tidak membatalkan pemecatan,” tandasnya.
Termasuk dua PNS yang dipecat gara-gara menjadi istri kedua, sesuai data di BKD selama Tahun 2010 ada 4 PNS yang dipecat tidak hormat. Sedangkan Tahun 2011 sebanyak 16 PNS yang dipecat. “Kalau dilihat dari jumlahnya, Tahun 2011 kenaikan PNS yang dipecat cukup tinggi,” imbuh Kepala BKD Sidoarjo Sri Witarsih.
Sri Witarsih menambahkan jumlah PNS di Sidoarjo saat ini sebanyak 15658. Sedangkan PNS yang pensiun setiap tahunnya sekitar 300 orang.
Ditanya terkait pembinaan pegawai, Sri Witarsih mengatakan selama ini pihaknya bersama Inspektorat Wilayah (Itwil) dan instansi terkait selalu memberi pembinaan. Namun khusus untuk pelanggaran kriminalitas dan menjadi istri kedua tidak bisa ditolelir.
Sebenarnya, lanjut Sri Witarsih, ada 20 PNS yang mendapatkan sanksi berat selama 2011. Namun, empat lainnya masih dalam proses dan masuk di 2012.
Dari 16 PNS yang kena sanksi berat, secara rinci ada 7 PNS yang kena sanksi pemberhentian dengan tidak hormat, 6 PNS di berhentikan dengan hormat dan sisanya penurunan pangkat. Dibandingkan 2010 , jumlah PNS yang diberhentikan dengan tidak hormat lebih banyak.
Untuk 2010 lalu meski sama-sama ada 16  yang kena sanksi berat namun yang diberhentikan dengan tidak hormat ada 4, dan 1 PNS di berhentikan dengan hormat, sedangkan sisanya penurunan jabatan dan kepangkatan.(dar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s